Math Class Untuk Sekolah Dasar

Math Class untuk sekolah dasar merupakan salah satu pelajaran wajib dan dipastikan selalu ada di dalam kurikulum setiap sekolah. Hal ini dikarenakan matematika sangat dibutuhkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, dari hal terkecil seperti menghitung uang yang harus dibayarkan beserta kembalian yang harus diterima saat jajan, menghitung cepat mengkalikan jumlah barang yang sama saat belanja, membagi rata makanan dengan teman, sampai ke hal-hal yang membutuhkan kemampuan matematika yang lebih kompleks seperti memperkirakan waktu yang dihabiskan dalam melakukan suatu tugas, mengkonversi berat barang dalam satuan kilogram menjadi liter dan masih banyak lagi. Bahkan, kemampuan matematika yang baik menjadi salah satu prasyarat untuk beberapa profesi, misalnya dokter dan arsitek.

Selain kemampuan yang berhubungan langsung dengan angka, pelajaran matematika juga bermanfaat untuk melatih kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Saat mengerjakan tugas-tugas matematika, siswa akan terbiasa untuk mencari sebab dan akibat dari suatu permasalahan yang dihadapi untuk mencari jawaban dan solusi yang tepat dalam menangani permasalahannya.

Kelas matematika mengkondisikan siswa untuk menghadapi pelajaran dengan mindset atau pola pikir bahwa segala permasalahan yang diberikan guru, semudah atau sesulit apapun, pasti ada cara dan jalan penyelesaiannya. Siswa pun akan tertempa untuk tidak mudah putus asa dan selalu berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dengan mencoba beberapa cara yang sekiranya dapat ditempuh. Saat mereka menemukan jalan yang tepat dan mendapatkan jawaban yang dicari dengan usaha mereka maka hal ini juga akan menambah kepercayaan diri mereka.

Selain kepercayaan diri, siswa juga dapat belajar untuk mempercayai orang lain dan bahwa mereka membutuhkan orang lain untuk menyelesaikan masalah. Dalam mengerjakan tugas yang diberikan dalam kelas matematika, guru akan mendorong para siswa untuk mencari cara penyelesaian sebuah soal. Cara penyelesaian ini bukan hanya tetang rumus apa yang dapat digunakan, tapi juga tentang bagaimana mereka mencari solusi saat merasa menemui jalan buntu. Siswa belajar bahwa cara penyelesaian masalah itu termasuk mencari bantuan atau bertanya dan meminta bimbingan guru dan juga teman mereka. Siswa akan terlatih untuk memahami kemampuan diri. Mereka juga belajar bahwa mereka dapat mencari bantuan untuk mengembangkan kemampuan diri mereka, dan juga sebaliknya, mereka dapat membantu teman yang membutuhkan bantuan. Siswa akan memahami bahwa mereka tidak sendiri dalam menyelesaikan masalah dan bahwa masalah yang berat dapat dihadapi bersama.

Kelas matematika di sekolah dasar biasanya dimulai dengan melatih kompetensi dasar siswa dalam mengenal warna, bentuk, angka, dan menghitung kuantitas. Lalu diteruskan dengan berhitung sederhana dalam menjumlah, mengurang, belajar konsep pengelompokkan yang akan dilanjutkan dengan konsep pembagian, perkalian, dan lain-lain. Semakin bertambahnya umur dan level kelas siswa, maka semakin bertambah pula materi matematika yang dipelajari dan tingkat kesulitannya pun akan semakin bertambah.

Pelajaran matematika, sama seperti pelajaran lain, bisa menjadi pelajaran favorit bagi sebagian siswa selain juga menjadi momok bagi sebagian siswa lainnya. Hal ini disebabkan minat dan tingkat kemampuan siswa yang memang berbeda dalam menerima berbagai mata pelajaran. Namun, apabila pelajaran matematika disampaikan dengan cara yang menyenangkan maka siswa pasti akan tertarik dan lebih terdorong untuk mengikutinya.

Kelas matematika di SoC dibuat semenarik mungkin dengan menyertakan permainan dan praktek langsung dalam pembelajarannya. Siswa tidak hanya mendengar dan menonton guru atau menulis rumus saja, namun juga secara aktif belajar konsep-konsep matematika dengan menggunakan panca indera mereka. Misalnya menggunakan kubus Bradley dalam belajar konsep pengelompokkan dan pembagian. Siswa yang minatnya bukan di matematika akan merasa tertarik untuk ikut bergabung “bermain” padahal sebenarnya mereka sedang belajar pembagian, pengurangan, perkalian dan sebagainya. Dengan langsung aktif menerapkan matematika melalui pemecahan soal, misalnya dengan memakai kubus Bradley untuk belajar puluhan dan satuan, siswa akan lebih cepat mengerti konsep matematika yang dipelajari. Selain itu, penyerapan pelajarannya juga akan lebih lekat dan bertahan lebih lama di ingatan. Seperti kata pepatah “Pengalaman adalah guru terbaik” pengalaman belajar matematika secara aktif merupakan cara pembelajaran terbaik dalam menarik minat siswa akan matematika sekaligus meningkatkan kemampuan matematika mereka dan memaksimalkan keuntungan yang diddapat dari kelas matematika.